Senin, 11 Februari 2013

Upaya Amerika Merusak Kesehatan Dunia


Assalamualaikum wr.wb
          Alhamdulilah, Allah masih memberikan saya usia untuk kembali berbagi ilmu dengan akhi wa ukhti sekalian. Hal yang membuat saya sangat ingin kembali berbagi ilmu adalah :
1)   Janji saya pada artikel pertama, yang mengatakan bahwa “Insya Allah saya akan kembali berbagi ilmu di artikel selanjutnya”.
2)   Hati saya kembali tergerak setelah membaca sebuah buku BEST SELLER berjudul “Deadly Mist” karangan seorang mualaf  kelahiran Jerman yang sempat bergabung dengan Angkatan Udara AS tahun 1978, bernama Jerry  D. Gray.
Jadi, pada kesempatan kali ini saya tidak menyampaikan artikel-artikel yang saya susun sendiri. Namun, saya ingin membagikan isi buku tersebut kepada akhi wa ukhti sekalian. Dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada akhi Jerri D. Gray yang dengan berani mengungkap kejahatan-kejahatan yang dilakukan Amerika terhadap warga dunia, dan saya ucapkan mohon ma’af karena saya telah dengan lancang menulis beberapa poin-poin terpenting yang saya dapatkan dari buku yang akhi buat, saya harap jika suatu saat nanti akhi membaca artikel saya, akhi mau mengikhlaskan saya untuk kembali membagikan ilmu yang telah akhi bagikan beberapa tahun silam, Jazakumullah khairan katsiran atas ilmunya.

Pengantar
          Dewasa ini, media massa bukan saja merupakan sumber informasi mengenai dunia tempat kita hidup. Tetapi ia juga memberikan sumber penyelewengan informasi dan senjata yang mahal untuk memanipulasi pikiran. Media di Amerika hampir semua dikendalikan oleh Yahudi dan pemerintahan AS. 6 perusahaan milik Yahudi memiliki dan mengendalikan 96% media dunia. Ini merupakan senjata yang berbahaya di tangan satu kelompok saja yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran dan kepercayaan seseorang. Sebagai contoh, diopinikan islam mendukung terorisme, ribuan bahkan jutaan orang di dunia mempercayai hal ini. Mereka mengembangkan pemahaman ini dari media internasional . terima kasih kepada media, sehingga banyak orang (terutama orang Amerika) menjadi takut terhadap islam dan tidak mempercayai orang-orang muslim.
          Terima kasih kepada media dan lembaga-lembaga pemerintahan seperti FDA  AS (Food And Drug Administration), orang-orang diseluruh dunia percaya bahwa banyak makanan dan obat-obatan yang mereka konsumsi setiap harinya aman untuk di konsumsi. Dam mereka tidak pernah lebih salah dari itu! Di Amerika sendiri ada sekitar 50.000.000 orang minum air yang di izinkan oleh pemerintah yang sengaja di kontaminasi oleh Fluoride. Fluoride  adalah zat beracun bahkan dalam jumlah yang sedikit, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan efek sampingyang berbahya bagi kondisi kesehatan tubuh kita. Banyak air minum di Amerika Serikat yang diberi label “aman untuk diminum”  juga dikontaminasi oleh Klorida (suatu zat beracun juga) dan bahkan sejumlah kecil arsenic (sudah pasti sangat beracun dan berbahaya bagi kesehatan).
·         Mengapa zat-zat ini di masukan ke dalam air minum warga Amerika oleh lembaga-lembaga sah pemerintah ?
·         Mengapa lembaga-lembaga seperti FDA memberikan persetujuan bahwa zat-zat kimia ini aman, padahal mereka tahu pasti bahwa itu tidak aman ?
·         Mengapa media AS hanya diam saja dan tidak memperingatkan warga ?
·         Mengapa jutaan manusia di dunia divaksinasi dengan zat-zat berbahaya oleh WHO ? (World Healt Organization)
·         Mengapa media internasional tidak melaporkan ketidak beresan ini dan malah diam saja?
Itu disebut “Pengendalian jumlah penduduk”, mengurangi keturuna-keturunan yang kurang diharapkan dan membuka jalan bagi ras unggul. Mengapa kedengarannya sangat tidak asing..? ya memang. Karena Adolf Hitler memiliki kebijakan luar negeri yang sama. Sejarah sedang terulang kembali dengan konsekuensi yang lebih dahsyat. Sejarah yang kembali terulang kali ini di kelola oleh New World Order /  Tatanan Dunia Baru. George H.W. Bush membicaraan masalah “New World Order”  berkali-kali ketika ia menjadi presiden AS, tujuan serta misi dari New World Order  sangatlah sederhana, yakni :
Ø  Menciptakan 1 Pemerintahan Dunia.
Ø  1 Peminpin Dunia.
Ø  1 Kepercayaan (Baru) Dunia.
Ø  Menjaga dan Melindungi ras unggul (Orang-orang kulit putih sehat, dan bermata biru) melalui Pengendalian Jumlah Penduduk.
Ø  Warga Negara Dunia Ketiga akan menjadi pembantu dan buruh.
”MEMBIDIK WARGA NEGARA AS DENGAN SENJATA  BIOLOGI”
          Selama ini sebagian besar orang Amerika Serikat percaya kepada Tuhan, bangga terhadap negaranya, dan memiliki keyakinan bahwa negaranya akan melindunginya dari serangan musuh dan teroris.
          Ternyata mereka salah. Musuh mereka yang sebenarnya berada dalam wilayah mereka, memiliki paspor Amerika, dan memperoleh dukungan yang kuat dari media dan berbagai lembaga pemerintahan yang menyimpan “Kebenaran” agar tak terungkap kepada khalayak. Beberapa yang mengetahui “kebenaran” yang sebenarnya dan berusaha untuk membukanya akan tewas secara misterius atau akan didiskreditkan melalui propaganda dan kebohongan media.
“Dengan alasan apakah Pemerinthan AS mengizinkan dan mendukung serangan teroris terhadap warganya sendiri ? jawabannya sangat jelas, Tatanan Dunia Baru berhasrat untuk mengambil alih kekuasaan seluruh jagad raya. Agar dapat mencapai misinya, mereka harus mampu mengendalikan pertambahan penduduk dunia, banyak program pengendalian penduduk berdasarkan hasil penelitian terhadap warga Amerika. Tatanan Dunia Baru tidak memiliki kepedulian terhadap Amerika Serikat kecuali bahwa ia dijadikan sebagai senjata untuk mendominasi dunia. Warga negara Amerika serikat telah dikhianati dan saat ini mereka harus membayar mahal bagi kepercayaan yang mereka berikan kepada suatu pemerintahan yang mereka kira akan memperjuangkan kepentingan warganya.”

“PEMERINTAHAN MENSPONSORI TERORISME”
          Pada tahun 1964 dan 1965, Pemerintahan AS melakukan penyerangan biologi secara nasional terhadap warga negara AS. Menurut pejabat pemerintahan, tujuan dari penyerangan-penyerangan tersebut adalah  untuk menilai “kelemahan” negara terhadap “Pengiriman epidemi cacar air yang dilakukan oleh musuh,” Tetapi dalam melakukan penyerangan ini, laki-laki, perempuan, dan anak-anak Amerika menjadi “Musuhnya.” Dalam suatu eksperimen, mereka diserang oleh agen CIA dan Tentara yang menyamar, berjalan di beberapa bandara dan terminal bia dengan membawa tas khusus yang dilengkapi dengan atomizers yang didesain untuk melepaskan jamur berbakteri yang diarahkan kepada para pengguna jasa angkutan.
          Dalam suatu dokumen negara AS setebal 79 halaman, “Miscellaneous Publication 7,” agen-agen tentara AS yang menyamar, secara rahasia menyemprotkan “Bacillus Subtilis” kepada para turis dan karyawan yang bekerja di Bandara Nasional. Bandara dipilih sebagai tempat penyebaran bakteri untuk melihat kemungkinan tertularnya para wisatawan yang kemudian akan menyebarkan penyakit-penyakit tersebut ke bagian-bagian negara lainnya sehingga menularkan pada jutaan warga AS.
Menurut Miscellaneous Publication 7
“Anggota Tim Penguji, masing-masing dengan koper kecil, memilih penumpang secara acak di pintu masuk terminal utara dan secara sembunyi-sembunyi mengumpulkan contoh udara pada posisi yang sangat dekat dengan para penumpang.”
          Hasilnya dinilai sukses. Mereka menyimpulkan bahwa jutaan warga AS dapat tertular melalui beberapa ratus korban yang kemudian akan menyebarkan penyakit tersebut kemanapun tempat yang mereka kunjungi tanpa mereka sadar bahwa mereka sedang menularkan penyakit.
          Miscellaneous Publication 25, mengungkapkan bagaimana agen AS dengan menggunakan lampu bohlam yang berisi Bacillus Subtillis, menginfeksi para penumpang yang mengendarai ketera bawah tanah di New York pada tahun 1966. Agen Tentara Angkatan Darat menghancurkan lampu bohlam yang berisi bakteri di lubang-lubang ventilasi, di permukaan jala, dan dir el-rel kereta, sehingga pakaian para penumpang tertutup dengan serbuk bakteri yang juga mereka hirup. Banyak yang terhenyak kaget dan berhenti berjalan untuk membersihkan kotoran pada pakaian mereka. Sebagian lainnya hanya “menyikat pakaian mereka, melihat ke atas sejenak, kemudian melanjutkan perjalanannya.”
          Pada tahun berikutnya CIA melakukan penyerangan biologi dan kimia terhadap pekerja di kantor pusat Administrasi Obat dan Makanan di Washington DC. Agen-agen CIA meracuni air minum mereka dengan berbagai macam zat kimia. Jika para dokter, perawat, atau petugas kesehatan yang memiliki ilmu dalam hal mendiagosis saja dapat terbunuh pada tahap pertama serangan biologi ini, dapat dipastikan bahwa akan lebih banyak lagi korban di masyarakat yang dapat menderita penyakit atau terbunuh tanpa mereka menyadari apa yang sedang terjadi pada mereka, hingga semua sudah terlambat.
          Jumlah pasti warga yang jatuh sakit karena “vulnerability test” ini tidak diketahui. Angkatan Darat mengatakan bahwa mereka tidak pernah memonitor kondisi warga yang terinfeksi. Angkatan Darat pasti telah berkata bohong.  Karena untuk apa mereka melakukan semua kerepotan untuk suatu eksperimen tanpa mengetahui atau menganalisis hasilnya ?
Laporan staf pada tahun 1994, yang disusun untuk Komite Urusan Veteran.
“Departemen Pertahanan telah berulang kali gagal untuk memenuhi syarat standar etis bagi penelitian militer yang menggunakan manusia sebagai subjek disaat perang atau pada kondisi ancaman perang.”
“Pemerintahan Federal tidak mampu memberikan penjelasan ilmiah tentang masalah reproduksi yang dialami oleh para veteran yang secara sengaja dibiarkan terkena zat-zat berbahaya. Pemerintahan Federal tidak mampu memberikan penjelasan ilmiah secara tepat waktu agar dapat diambil suatu keputusan mengenai kompensasi bagi para personil militer yang telah terluka karena zat-zat berbahaya. Jarang sekali dicatat bahwa ia telah ‘berpartisipasi dalam suatu penelitian militer’ dalam catatan medis para personil. Hal ini menyulitkan jika hendak melakukan suatu klaim atas cacat yang disebabkan penelitian tersebut.”
          Akhirnya pada tahun 1977 terkuak dalam suatu dengar pendapat khusus dalam senat bahwa uji “kelemahan/vulnerability” menimbulkan wabah penyakit di puluhan wilayah uji. Kasusu Influenza dan Pneumonia contohnya, menjadi 3x lebih banyak di beberapa wilayah uji.
          Menurut Dr.J.Mehsen Joseph, (Direktur The Maryland Department Of Healt And Mental Hygiene), dengan melakukan perang biologi terhadap warga negara AS, pemerintah telah menciptakan suatu “Ancaman kesehatan yang tak dapat diterima.”
Opini ini dialami oleh ilmuan lain yang melaporkan bahwa “biasanya mikroorganisme non pathogenic, seperti Bacillus Subtillis, dapat menyebabkan infeksi yang serius bahkan penyakit yang fatal bagi anak-anak, orang tua, atau seseorang dengan system imun yang lemah.”
          Pentagon (tentu saja) menolak laporan-laporan ini dengan mengatakan bahwa “Uji kelemahan ini merupakan suatu keberhasilan besar” dan bahwa mikroorganisme dan agen biologi ini “tidak berbahaya”. Ya mereka berhasil, jika tujuannya adalah untuk pengendalian jumlah penduduk dan menghapuskan warga “yang tidak dikehendaki” dari masyarakat. Jika tujuan mereka adalah untuk menjaga masyarakat dari serangan biologi, maka hasilnya sangat jelas. Eksperimen mereka gagal..!
          Pada saat Pemerintahan AS menguji tentara AS terhadap efek ledakan atom, mereka diberitahu bahwa uji tersebut sangat aman, begitu juga dengan warga Utah dan Nevada yang tinggal dekat dengan wilayah denotasi nuklir, sebagai suatu latihan perang, para tentara diperintahkan untuk memasuki wilayah radio aktif setelah ledakan. Mereka semua diyakinkan bahwa tidak aka nada ancaman terhadap kesehatan mereka. Pemerintahan berbohong sekali lagi pada rakyatnya, tanpa perduli sama sekali terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan warganya.
          Satu tujuan yang sangat jelas dari penelitian seperti ini adalah untuk menilai dampak dari berbagai bakteri yang melemahkan terhadap kesehatan manusia, dimulai terhadap warga negara AS. Dengan meradiasi beberapa warga AS atas nama kemajuan, dengan persetujuan pemerintah, bakteri-bakteri yang berguna dan metode penyebaran ini dapat digunakan terhadap tentara musuh, laki-laki, perempuan, dan anak-anak di negara lain. (Mengendalikan jumlah penduduk)

insya Allah bersambung di artikel selanjutnya

Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar