Assalamualaikum
wr.wb
Alhamdulilah, Allah masih memberikan
saya usia untuk kembali berbagi ilmu dengan akhi wa ukhti sekalian. Hal yang
membuat saya sangat ingin kembali berbagi ilmu adalah :
1) Janji saya pada
artikel pertama, yang mengatakan bahwa “Insya Allah saya akan kembali berbagi
ilmu di artikel selanjutnya”.
2) Hati saya kembali
tergerak setelah membaca sebuah buku BEST SELLER berjudul “Deadly Mist”
karangan seorang mualaf kelahiran Jerman
yang sempat bergabung dengan Angkatan Udara AS tahun 1978, bernama Jerry D. Gray.
Jadi, pada
kesempatan kali ini saya tidak menyampaikan artikel-artikel yang saya susun
sendiri. Namun, saya ingin membagikan isi buku tersebut kepada akhi wa ukhti
sekalian. Dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada akhi Jerri D. Gray
yang dengan berani mengungkap kejahatan-kejahatan yang dilakukan Amerika
terhadap warga dunia, dan saya ucapkan mohon ma’af karena saya telah dengan
lancang menulis beberapa poin-poin terpenting yang saya dapatkan dari buku yang
akhi buat, saya harap jika suatu saat nanti akhi membaca artikel saya, akhi mau
mengikhlaskan saya untuk kembali membagikan ilmu yang telah akhi bagikan
beberapa tahun silam, Jazakumullah
khairan katsiran atas ilmunya.
Pengantar
Dewasa ini, media massa bukan saja
merupakan sumber informasi mengenai dunia tempat kita hidup. Tetapi ia juga
memberikan sumber penyelewengan informasi dan senjata yang mahal untuk
memanipulasi pikiran. Media di Amerika hampir semua dikendalikan oleh Yahudi
dan pemerintahan AS. 6 perusahaan milik Yahudi memiliki dan mengendalikan 96%
media dunia. Ini merupakan senjata yang berbahaya di tangan satu kelompok saja
yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran dan kepercayaan seseorang. Sebagai
contoh, diopinikan islam mendukung terorisme, ribuan bahkan jutaan orang di
dunia mempercayai hal ini. Mereka mengembangkan pemahaman ini dari media
internasional . terima kasih kepada media, sehingga banyak orang (terutama
orang Amerika) menjadi takut terhadap islam dan tidak mempercayai orang-orang
muslim.
Terima kasih kepada media dan
lembaga-lembaga pemerintahan seperti FDA
AS (Food And Drug Administration),
orang-orang diseluruh dunia percaya bahwa banyak makanan dan obat-obatan yang
mereka konsumsi setiap harinya aman untuk di konsumsi. Dam mereka tidak pernah
lebih salah dari itu! Di Amerika sendiri ada sekitar 50.000.000 orang minum air
yang di izinkan oleh pemerintah yang sengaja di kontaminasi oleh Fluoride. Fluoride adalah zat beracun bahkan dalam jumlah yang
sedikit, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan efek sampingyang
berbahya bagi kondisi kesehatan tubuh kita. Banyak air minum di Amerika Serikat
yang diberi label “aman untuk diminum” juga dikontaminasi oleh Klorida (suatu zat beracun juga) dan bahkan sejumlah kecil arsenic
(sudah pasti sangat beracun dan berbahaya bagi kesehatan).
·
Mengapa zat-zat ini di masukan ke
dalam air minum warga Amerika oleh lembaga-lembaga sah pemerintah ?
·
Mengapa lembaga-lembaga seperti FDA
memberikan persetujuan bahwa zat-zat kimia ini aman, padahal mereka tahu pasti
bahwa itu tidak aman ?
·
Mengapa media AS hanya diam saja dan
tidak memperingatkan warga ?
·
Mengapa jutaan manusia di dunia
divaksinasi dengan zat-zat berbahaya oleh WHO ? (World Healt Organization)
·
Mengapa media internasional tidak
melaporkan ketidak beresan ini dan malah diam saja?
Itu disebut “Pengendalian jumlah
penduduk”, mengurangi keturuna-keturunan yang kurang diharapkan dan membuka
jalan bagi ras unggul. Mengapa kedengarannya sangat tidak asing..? ya memang.
Karena Adolf Hitler memiliki kebijakan luar negeri yang sama. Sejarah sedang
terulang kembali dengan konsekuensi yang lebih dahsyat. Sejarah yang kembali
terulang kali ini di kelola oleh New
World Order / Tatanan Dunia Baru.
George H.W. Bush membicaraan masalah “New
World Order” berkali-kali ketika ia
menjadi presiden AS, tujuan serta misi dari New
World Order sangatlah sederhana,
yakni :
Ø
Menciptakan 1 Pemerintahan Dunia.
Ø
1 Peminpin Dunia.
Ø
1 Kepercayaan (Baru) Dunia.
Ø
Menjaga dan Melindungi ras unggul
(Orang-orang kulit putih sehat, dan bermata biru) melalui Pengendalian Jumlah
Penduduk.
Ø
Warga Negara Dunia Ketiga akan menjadi
pembantu dan buruh.
”MEMBIDIK
WARGA NEGARA AS DENGAN SENJATA BIOLOGI”
Selama ini sebagian besar orang
Amerika Serikat percaya kepada Tuhan, bangga terhadap negaranya, dan memiliki
keyakinan bahwa negaranya akan melindunginya dari serangan musuh dan teroris.
Ternyata mereka salah. Musuh mereka
yang sebenarnya berada dalam wilayah mereka, memiliki paspor Amerika, dan
memperoleh dukungan yang kuat dari media dan berbagai lembaga pemerintahan yang
menyimpan “Kebenaran” agar tak terungkap kepada khalayak. Beberapa yang
mengetahui “kebenaran” yang sebenarnya dan berusaha untuk membukanya akan tewas
secara misterius atau akan didiskreditkan melalui propaganda dan kebohongan
media.
“Dengan alasan apakah Pemerinthan AS
mengizinkan dan mendukung serangan teroris terhadap warganya sendiri ?
jawabannya sangat jelas, Tatanan Dunia
Baru berhasrat untuk mengambil alih kekuasaan seluruh jagad raya. Agar
dapat mencapai misinya, mereka harus mampu mengendalikan pertambahan penduduk
dunia, banyak program pengendalian penduduk berdasarkan hasil penelitian
terhadap warga Amerika. Tatanan Dunia Baru
tidak memiliki kepedulian terhadap Amerika Serikat kecuali bahwa ia
dijadikan sebagai senjata untuk mendominasi dunia. Warga negara Amerika serikat telah dikhianati dan saat ini mereka harus
membayar mahal bagi kepercayaan yang mereka berikan kepada suatu pemerintahan
yang mereka kira akan memperjuangkan kepentingan warganya.”
“PEMERINTAHAN
MENSPONSORI TERORISME”
Pada tahun 1964 dan 1965, Pemerintahan
AS melakukan penyerangan biologi secara nasional terhadap warga negara AS.
Menurut pejabat pemerintahan, tujuan dari penyerangan-penyerangan tersebut
adalah untuk menilai “kelemahan” negara terhadap “Pengiriman epidemi cacar air yang dilakukan
oleh musuh,” Tetapi dalam melakukan penyerangan ini, laki-laki, perempuan,
dan anak-anak Amerika menjadi “Musuhnya.” Dalam suatu eksperimen, mereka
diserang oleh agen CIA dan Tentara yang menyamar, berjalan di beberapa bandara
dan terminal bia dengan membawa tas khusus yang dilengkapi dengan atomizers yang didesain untuk melepaskan
jamur berbakteri yang diarahkan kepada para pengguna jasa angkutan.
Dalam suatu dokumen negara AS setebal
79 halaman, “Miscellaneous Publication
7,” agen-agen tentara AS yang menyamar, secara rahasia menyemprotkan “Bacillus Subtilis” kepada para turis
dan karyawan yang bekerja di Bandara Nasional. Bandara dipilih sebagai tempat
penyebaran bakteri untuk melihat kemungkinan tertularnya para wisatawan yang
kemudian akan menyebarkan penyakit-penyakit tersebut ke bagian-bagian negara
lainnya sehingga menularkan pada jutaan warga AS.
Menurut Miscellaneous Publication 7
“Anggota Tim
Penguji, masing-masing dengan koper kecil, memilih penumpang secara acak di
pintu masuk terminal utara dan secara sembunyi-sembunyi mengumpulkan contoh
udara pada posisi yang sangat dekat dengan para penumpang.”
Hasilnya dinilai sukses. Mereka
menyimpulkan bahwa jutaan warga AS dapat tertular melalui beberapa ratus korban
yang kemudian akan menyebarkan penyakit tersebut kemanapun tempat yang mereka
kunjungi tanpa mereka sadar bahwa mereka sedang menularkan penyakit.
Miscellaneous Publication 25, mengungkapkan
bagaimana agen AS dengan menggunakan lampu bohlam yang berisi Bacillus
Subtillis, menginfeksi para penumpang yang mengendarai ketera bawah tanah di
New York pada tahun 1966. Agen Tentara Angkatan Darat menghancurkan lampu
bohlam yang berisi bakteri di lubang-lubang ventilasi, di permukaan jala, dan
dir el-rel kereta, sehingga pakaian para penumpang tertutup dengan serbuk
bakteri yang juga mereka hirup. Banyak yang terhenyak kaget dan berhenti
berjalan untuk membersihkan kotoran pada pakaian mereka. Sebagian lainnya hanya
“menyikat pakaian mereka, melihat ke atas
sejenak, kemudian melanjutkan perjalanannya.”
Pada tahun berikutnya CIA melakukan
penyerangan biologi dan kimia terhadap pekerja di kantor pusat Administrasi
Obat dan Makanan di Washington DC. Agen-agen CIA meracuni air minum mereka
dengan berbagai macam zat kimia. Jika para dokter, perawat, atau petugas kesehatan
yang memiliki ilmu dalam hal mendiagosis saja dapat terbunuh pada tahap pertama
serangan biologi ini, dapat dipastikan bahwa akan lebih banyak lagi korban di
masyarakat yang dapat menderita penyakit atau terbunuh tanpa mereka menyadari
apa yang sedang terjadi pada mereka, hingga semua sudah terlambat.
Jumlah pasti warga yang jatuh sakit
karena “vulnerability test” ini tidak
diketahui. Angkatan Darat mengatakan bahwa mereka tidak pernah memonitor
kondisi warga yang terinfeksi. Angkatan Darat pasti telah berkata bohong. Karena untuk apa mereka melakukan semua
kerepotan untuk suatu eksperimen tanpa mengetahui atau menganalisis hasilnya ?
Laporan staf pada tahun 1994, yang disusun untuk Komite Urusan
Veteran.
“Departemen Pertahanan telah berulang
kali gagal untuk memenuhi syarat standar etis bagi penelitian militer yang
menggunakan manusia sebagai subjek disaat perang atau pada kondisi ancaman
perang.”
“Pemerintahan Federal tidak mampu
memberikan penjelasan ilmiah tentang masalah reproduksi yang dialami oleh para
veteran yang secara sengaja dibiarkan terkena zat-zat berbahaya. Pemerintahan
Federal tidak mampu memberikan penjelasan ilmiah secara tepat waktu agar dapat
diambil suatu keputusan mengenai kompensasi bagi para personil militer yang
telah terluka karena zat-zat berbahaya. Jarang sekali dicatat bahwa ia telah
‘berpartisipasi dalam suatu penelitian militer’ dalam catatan medis para
personil. Hal ini menyulitkan jika hendak melakukan suatu klaim atas cacat yang
disebabkan penelitian tersebut.”
Akhirnya pada tahun 1977 terkuak dalam
suatu dengar pendapat khusus dalam senat bahwa uji “kelemahan/vulnerability” menimbulkan wabah penyakit di puluhan
wilayah uji. Kasusu Influenza dan Pneumonia contohnya, menjadi 3x lebih banyak
di beberapa wilayah uji.
Menurut Dr.J.Mehsen Joseph, (Direktur
The Maryland Department Of Healt And Mental Hygiene), dengan melakukan perang
biologi terhadap warga negara AS, pemerintah telah menciptakan suatu “Ancaman kesehatan yang tak dapat diterima.”
Opini ini dialami oleh ilmuan lain
yang melaporkan bahwa “biasanya
mikroorganisme non pathogenic, seperti Bacillus
Subtillis, dapat menyebabkan infeksi yang serius bahkan penyakit yang fatal
bagi anak-anak, orang tua, atau seseorang dengan system imun yang lemah.”
Pentagon (tentu saja) menolak
laporan-laporan ini dengan mengatakan bahwa “Uji
kelemahan ini merupakan suatu keberhasilan besar” dan bahwa mikroorganisme
dan agen biologi ini “tidak berbahaya”.
Ya mereka berhasil, jika tujuannya adalah untuk pengendalian jumlah penduduk dan
menghapuskan warga “yang tidak
dikehendaki” dari masyarakat. Jika tujuan mereka adalah untuk menjaga
masyarakat dari serangan biologi, maka hasilnya sangat jelas. Eksperimen mereka
gagal..!
Pada saat Pemerintahan AS menguji
tentara AS terhadap efek ledakan atom, mereka diberitahu bahwa uji tersebut
sangat aman, begitu juga dengan warga Utah dan Nevada yang tinggal dekat dengan
wilayah denotasi nuklir, sebagai suatu latihan perang, para tentara
diperintahkan untuk memasuki wilayah radio aktif setelah ledakan. Mereka semua
diyakinkan bahwa tidak aka nada ancaman terhadap kesehatan mereka. Pemerintahan
berbohong sekali lagi pada rakyatnya, tanpa perduli sama sekali terhadap
kondisi kesehatan dan keselamatan warganya.
Satu tujuan yang sangat jelas dari
penelitian seperti ini adalah untuk menilai dampak dari berbagai bakteri yang
melemahkan terhadap kesehatan manusia, dimulai terhadap warga negara AS. Dengan
meradiasi beberapa warga AS atas nama kemajuan, dengan persetujuan pemerintah,
bakteri-bakteri yang berguna dan metode penyebaran ini dapat digunakan terhadap
tentara musuh, laki-laki, perempuan, dan anak-anak di negara lain.
(Mengendalikan jumlah penduduk)
insya Allah bersambung di artikel selanjutnya
Wassalamualaikum wr.wb