Selasa, 22 Januari 2013

Pernikahan Lintas agama

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saudara-saudaraku yang sama-sama mengharap Ridha Allah, ini mungkin adalah artikel bertema “ISLAM” pertama yang saya buat sendiri selama saya duduk di bangku SMP. Saya mulai terinspirasi membuat artikel-artikel bertemakan islam untuk meluruskan paham-paham islam liberal yang kini telah begitu popular di kehidupan bangsa kita, Indonesia. Dan untuk artikel edisi pertama ini, saya akan memberi tema mengenai “TIDAK DIPERBOLEHKANNYA MENIKAH LINTAS AGAMA DALAM ISLAM”. Jika para aktivis islam liberal kini tengah gencar mempropokasikan kepada masyarakat bahwa “Perbedaan agama tidak akan menjadi penghalang kisah cinta suatu pasangan” karena mereka berpikir bahwasanya “semua agama pada dasarnya sama, sama-sama menyembah tuhan. Hanya saja, cara penyebutan tuhan dan cara beribadat kepada tuhan yang membedakan.” Akan tetapi, menurut sudut pandang islam, itu semua tentu saja adalah suatu kesalahan yang sangat besar. Allah berfirman bahwa agama yang di Ridhai-Nya hanyalah islam, dan Tidak ada yang wajib di sembah kecuali Allah, lantas bagaimana dengan pendapat para aktivis islam LIBERAL yang mengatakan bahwasanya “semua agama pada dasarnya sama, sama-sama menyembah tuhan. Hanya saja, cara penyebutan tuhan dan cara beribadat kepada tuhan yang membedakan”….??? Agar lebih jelasnya, langsung saja baca artikel berikut ini :

“TIDAK DIPERBOLEHKANNYA MENIKAH LINTAS AGAMA DALAM ISLAM”
Allah berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik dari pada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik dari pada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” Q.S.Al-Baqarah : 221
          Saudara-saudaraku yang sama-sama mengharapkan Ridha Allah, dengan  jelas diterangkan dalam ayat diatas bahwa seorang muslim / muslimah tidak diperbolehkan menikahi seorang laki-laki / perempuan musyrik. Bahkan, dalam ayat tadi Allah berfirman lebih baik menikahi laki-laki / perempuan hamba sahaya dari pada harus menikahi laki-laki / perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Bukankah sebaik apapun orang-orang yang beragama diluar islam, mereka tetap saja musyrik. Karena mereka telah menduakan Allah, dan meyakini ada Zat yang lebih kuat dari pada Allah, (Na’udzubillahimin’dzalikh…)
 di Indonesia yang menyampaikan bahwa “Perbedaan agama tidak akan menjadi penghalang kisah cinta suatu pasangan” karena mereka berpikir bahwasanya “semua agama pada dasarnya sama, sama-sama menyembah tuhan. Hanya saja, cara penyebutan tuhan dan cara beribadat kepada tuhan yang membedakan, jika Islam menyebutnya Allah, jika Yahudi menyebutnya Yahweh, jika Kristen menyebutnya Yesus, dan yang lain sebagainya. Itulah yang saat ini harus kita renungkan bersama. Sekarang, musuh-musuh Allah menyerang islam dengan menggunakan orang islam itu sendiri sebagai tombaknya, dan tanpa kita sadari sedikit demi sedikit orang-orang islampun termakan oleh buah pikiran mereka. Padahal, mereka jelas-jelas berniat menghancurkan agama Allah yang sudah sepantasnya kita perjuangkan hingga tetesan darah terakhir ini.                                                                                                                                                                                                                
Dalam ayat lain Allah berfirman :
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (Pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (Pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” Q.S.An-Nur : 26
          Dalam ayat tersebut Allah berfirman bahwasanya laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula, itu berarti laki-laki musyrik untuk perempuan musyrik pula, itu adalah sebab kedua “TIDAK DIPERBOLEHKANNYA MENIKAH LINTAS AGAMA DALAM ISLAM “.  Kan, kurang enak kedengarannya kalau laki-laki yang baik menikah dengan wanita yang “Kurang” baik, ataupun sebaliknya. Lantas, sekali lagi, bagaimana dengan pernyataan para aktivis liberal di atas…?? INGAT…!! Allah melarang kita untuk mengikuti sesuatu jika kita tidak tahu ilmunya, karena setiap                                                                                       perbuatan  manusia itu kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat,  sebagaimana firman Allah dalam Q.S.Al-Isra :36 yang artinya :
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.”
          Lalu, bagaimana dengan para aktivis liberal yang telah terlanjur meyakini keyakinan baru mereka, dan meyebarluaskannya melalui media massa…??? Saya pikir, mereka menjadi aktivis liberal atas dasar beberapa kemungkinan, bisa karena terus menerus dicekoki oleh pendapat-pendapat islam liberal, hingga dengan sendirinya dia meyakini hal tersebut. Bisa karena dia tidak tahu islam yang sesungguhnya, karena selama ini kurang mengkaji ilmu-ilmu tentang islam, dan ketika dia mengkaji ilmu-ilmu tentang islam dia dikenalkan kepada paham islam liberal. Bisa karena dia seorang mu’alaf yang kemudian dimanfaatkan. Atau pun beberapa kemungkinan lainnya.
Yang Perlu kalian ketahui dosa akibat “Pikiran” itu bisa lebih besar dari pada dosa akibat “Perbuatan”, kalian tahu kenapa…??? Karena dengan menyebarluaskan buah pikiran yang salah, akan memengaruhi pikiran orang lain yang membacanya. Apalagi jika sampai merubah keyakinannya… itu sama saja menyesatkan hamba Allah, (Astaghfirullah…). Dan satu lagi, orang yang menentang kitab Allah, sama saja menentang Allah, orang yang menentang Allah, berarti meyakini ada zat yang lebih kuat (dari pada Allah ) yang membantunya untuk menentang Allah, orang yang meyakini adanya zat yang lebih kuat dari Allah adalah orang musyrik, dan orang yang musyrik tidak akan diampuni oleh Allah, dengan kata lain “ALLAH MENGAMPUNI DOSA SELAIN SYIRIK” (Na’udzubillahimin’dzalikh…) Segeralah bertaubat sebelum maut menjemputmu, INGAT…!!! Tak ada yang tahu kapan manusia akan meninggal, sekalipun itu professor, atau orang paling pintar di dunia seperti Albert Einstein-pun tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput seseorang. Jadi, sebelum semuanya terlambat, SEGERALAH BERTAUBAT. Semoga Allah menghendaki saya untuk kembali berbagi ilmu di artikel selanjutnya.
Wallahu’alam bisshawab,,,,
Wassalamualaikum Wr. Wb.




Kritik dan saran:
jika ada yg kurang jelas / pertanyaan seputar islam / islam liberal / tema yg ada di artikel yg dilampirkan, bisa minta penjelasan yang lebih rinci melalui e-mail berikut:
atau poskan komentar anda di :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar