Assalamualaikum Wr. Wb.
Saudara-saudaraku yang sama-sama mengharap Ridha Allah, ini mungkin adalah
artikel bertema “ISLAM” pertama yang saya buat sendiri selama saya duduk di
bangku SMP. Saya mulai terinspirasi membuat artikel-artikel bertemakan islam
untuk meluruskan paham-paham islam liberal yang kini telah begitu popular di
kehidupan bangsa kita, Indonesia. Dan untuk artikel edisi pertama ini, saya
akan memberi tema mengenai “TIDAK DIPERBOLEHKANNYA MENIKAH LINTAS AGAMA DALAM
ISLAM”. Jika para aktivis islam liberal kini tengah gencar mempropokasikan
kepada masyarakat bahwa “Perbedaan agama tidak akan menjadi penghalang kisah
cinta suatu pasangan” karena mereka berpikir bahwasanya “semua agama pada
dasarnya sama, sama-sama menyembah tuhan. Hanya saja, cara penyebutan tuhan dan
cara beribadat kepada tuhan yang membedakan.” Akan tetapi, menurut sudut
pandang islam, itu semua tentu saja adalah suatu kesalahan yang sangat besar.
Allah berfirman bahwa agama yang di Ridhai-Nya hanyalah islam, dan Tidak ada
yang wajib di sembah kecuali Allah, lantas bagaimana dengan pendapat para
aktivis islam LIBERAL yang mengatakan bahwasanya “semua agama pada dasarnya
sama, sama-sama menyembah tuhan. Hanya saja, cara penyebutan tuhan dan cara
beribadat kepada tuhan yang membedakan”….??? Agar lebih jelasnya, langsung saja
baca artikel berikut ini :
“TIDAK DIPERBOLEHKANNYA MENIKAH LINTAS AGAMA DALAM ISLAM”
Allah berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi
perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang
beriman lebih baik dari pada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu.
Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang
beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman
lebih baik dari pada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka
mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan
izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka
mengambil pelajaran.” Q.S.Al-Baqarah : 221
Saudara-saudaraku yang sama-sama mengharapkan Ridha Allah, dengan jelas
diterangkan dalam ayat diatas bahwa seorang muslim / muslimah tidak
diperbolehkan menikahi seorang laki-laki / perempuan musyrik. Bahkan, dalam
ayat tadi Allah berfirman lebih baik menikahi laki-laki / perempuan hamba
sahaya dari pada harus menikahi laki-laki / perempuan musyrik, meskipun dia
menarik hatimu. Bukankah sebaik apapun orang-orang yang beragama diluar islam,
mereka tetap saja musyrik. Karena mereka telah menduakan Allah, dan meyakini
ada Zat yang lebih kuat dari pada Allah, (Na’udzubillahimin’dzalikh…)
di Indonesia
yang menyampaikan bahwa “Perbedaan agama tidak akan menjadi penghalang kisah
cinta suatu pasangan” karena mereka berpikir bahwasanya “semua agama pada
dasarnya sama, sama-sama menyembah tuhan. Hanya saja, cara penyebutan tuhan dan
cara beribadat kepada tuhan yang membedakan, jika Islam menyebutnya Allah, jika
Yahudi menyebutnya Yahweh, jika Kristen menyebutnya Yesus, dan yang lain
sebagainya. Itulah yang saat ini harus kita renungkan bersama. Sekarang,
musuh-musuh Allah menyerang islam dengan menggunakan orang islam itu sendiri
sebagai tombaknya, dan tanpa kita sadari sedikit demi sedikit orang-orang
islampun termakan oleh buah pikiran mereka. Padahal, mereka jelas-jelas berniat
menghancurkan agama Allah yang sudah sepantasnya kita perjuangkan hingga
tetesan darah terakhir
ini.
Dalam ayat lain Allah
berfirman :
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang
keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (Pula),
sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (Pula). Mereka itu bersih dari apa
yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia
(surga).” Q.S.An-Nur : 26
Dalam ayat tersebut Allah berfirman bahwasanya laki-laki yang baik untuk
perempuan yang baik pula, itu berarti laki-laki musyrik untuk perempuan musyrik
pula, itu adalah sebab kedua “TIDAK DIPERBOLEHKANNYA MENIKAH LINTAS AGAMA DALAM
ISLAM “. Kan, kurang enak kedengarannya kalau laki-laki yang baik menikah
dengan wanita yang “Kurang” baik, ataupun sebaliknya. Lantas, sekali lagi,
bagaimana dengan pernyataan para aktivis liberal di atas…?? INGAT…!! Allah
melarang kita untuk mengikuti sesuatu jika kita tidak tahu ilmunya, karena
setiap perbuatan
manusia itu kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat,
sebagaimana firman Allah dalam Q.S.Al-Isra :36 yang artinya :
“Dan janganlah kamu mengikuti
sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati
nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.”
Lalu, bagaimana dengan para aktivis liberal yang telah terlanjur meyakini
keyakinan baru mereka, dan meyebarluaskannya melalui media massa…??? Saya
pikir, mereka menjadi aktivis liberal atas dasar beberapa kemungkinan, bisa
karena terus menerus dicekoki oleh pendapat-pendapat islam liberal, hingga
dengan sendirinya dia meyakini hal tersebut. Bisa karena dia tidak tahu islam
yang sesungguhnya, karena selama ini kurang mengkaji ilmu-ilmu tentang islam,
dan ketika dia mengkaji ilmu-ilmu tentang islam dia dikenalkan kepada paham
islam liberal. Bisa karena dia seorang mu’alaf yang kemudian dimanfaatkan. Atau
pun beberapa kemungkinan lainnya.
Yang Perlu kalian ketahui dosa akibat “Pikiran” itu bisa lebih besar dari
pada dosa akibat “Perbuatan”, kalian tahu kenapa…??? Karena dengan
menyebarluaskan buah pikiran yang salah, akan memengaruhi pikiran orang lain
yang membacanya. Apalagi jika sampai merubah keyakinannya… itu sama saja
menyesatkan hamba Allah, (Astaghfirullah…). Dan satu lagi, orang yang
menentang kitab Allah, sama saja menentang Allah, orang yang menentang Allah,
berarti meyakini ada zat yang lebih kuat (dari pada Allah ) yang membantunya
untuk menentang Allah, orang yang meyakini adanya zat yang lebih kuat dari
Allah adalah orang musyrik, dan orang yang musyrik tidak akan diampuni oleh
Allah, dengan kata lain “ALLAH MENGAMPUNI DOSA SELAIN SYIRIK” (Na’udzubillahimin’dzalikh…)
Segeralah bertaubat sebelum maut menjemputmu, INGAT…!!! Tak ada yang tahu
kapan manusia akan meninggal, sekalipun itu professor, atau orang paling pintar
di dunia seperti Albert Einstein-pun tidak pernah tahu kapan kematian akan
menjemput seseorang. Jadi, sebelum semuanya terlambat, SEGERALAH BERTAUBAT. Semoga
Allah menghendaki saya untuk kembali berbagi ilmu di artikel selanjutnya.
Wallahu’alam bisshawab,,,,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Kritik dan saran:
jika ada yg kurang jelas / pertanyaan seputar islam / islam liberal / tema
yg ada di artikel yg dilampirkan, bisa minta penjelasan yang lebih rinci
melalui e-mail berikut:
atau poskan komentar anda di :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar